Ubuntu merupakan salah satu distro Linux yang cukup terkenal. Dengan tampilan yang sederhana, membuat sistem operasi ini menjadi User Friendly. Dalam instalasi Ubuntu ada beberapa cara, yaitu dual booting salah satunya. Dual bootingpun sudah disediakan dalam pilihan media instalasinya. Dan dalam dual booting ini juga terdapat dua pilihan instalasinya, yaitu boot manager ubuntu digabung dengan windows, atau dipisahnya boot manager ubuntu dengan windows. Tapi direkomendasikan untuk dipisah boot managernya ubuntu dengan windows. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal yang tak diinginkan. Jika pada suatu saat ingin menginstall ulang windows, boot manager ubuntu tidak ikut hilang terganti dengan boot manager windows yang baru.

Dengan memisahkan keduanya, kita tidak perlu khawatir ada masalah di Ubuntu jika Windowsnya bermasalah, dan begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu kita memerlukan tambahan minimal 3 partisi baru untuk melakukan dual-boot ini.

  • Partisi Boot : Dalam partisi ini akan kita letakkan GRUB.
  • Partisi Root: Dalam partisi inilah Ubuntu akan terinstall.
  • partisi Swap : Partisi ini dibutuhkan untuk swap file dan akan digunakan jika Ubuntu membutuhkan tambahan memory (Swap File ini semacam Page File jika di Windows).
  • Partisi Home:Partisi ini bersifat opsional, kamu bisa menambahkannya atau menjadikannya satu dengan Root. Home adalah lokasi tempat file kamu tersimpan (music, pictures, documents, dsb).

Jika sudah paham, maka tinggal memasukkan media instalasi Ubuntu 14.04 dan boot dari media tersebut.

Saat pertama kali booting, kamu akan diberi pilihan Try Ubuntu dan Install Ubuntu. Jika belum menyiapkan beberapa partisi diatas, maka bisa memilih Try Ubuntu dan menjalankan Gparted didalamnya.

Setelah Gparted terbuka, silahkan buat partisi yang diperlukan. Kecuali partisi Swap, partisi lainnya harus kamu buat dengan file system ext4.

Partisi Boot: Partisi ini sebenarnya 500mb saja sudah cukup, tetapi Saya menggunakan 2GB space untuk memberikan ruang yang cukup jika ada update GRUB kedepannya.
Screenshot from 2016-04-21 17:14:15
Partisi Swap: Saya menggunakan 2048 MB (2 GB) space sebagai ruang bagi swap file (virtual memory) Ubuntu.
Screenshot from 2016-04-21 17:14:38
Partisi Root: Besar partisi ini bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan, hanya saja pastikan besar partisi tidak kurang dari 10GB. saya menggunakan 17 GB space untuk menginstall Ubuntu.
Screenshot from 2016-04-21 17:14:58
Partisi Home: Besar partisi ini bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan. Saya tidak menggunakan partisi Home karena file dokumen dijadikan satu di partisi Root.

Jika partisi sudah dibuat, maka selanjutnya klik saja Install Ubuntu 14.04 LTS yang ada di dekstop.
Screenshot from 2016-04-21 17:18:52

Pada menu pertama mode instalasi, kamu akan diberikan pilihan Bahasa saat instalasi. Kemudian pilih Continue.

Screenshot from 2016-04-21 17:19:11

Pada menu kedua, kamu diberi pilihan untuk terkoneksi ke internet atau tidak. Koneksi internet ini gunanya untuk menginstall software pihak ketiga, update ubuntu, mengatur otomatis Zona Waktu, dan menginstall dukungan penuh bahasa yang akan kamu pakai. Tapi jika tidak diperlukan saat itu juga, kamu boleh memilih untuk tidak terkoneksi ke internet.Screenshot from 2016-04-21 17:19:24

Persiapan instalasi Ubuntu,kamu juga bisa memilih untuk menginstall atau tidak software pihak ketiga, seperti pemutar musik.

Screenshot from 2016-04-21 17:19:58

Pada bagian Installation type, pilih saja Something Else untuk memilih partisi yang sudah kita buat tadi.

Screenshot from 2016-04-21 17:21:03

Di masing-masing partisi yang sudah kita buat, pilih Change.Screenshot from 2016-04-21 17:22:02

Setelah itu mount point partisi boot ke /boot dan centang format the partition.

Screenshot from 2016-04-21 17:22:19

Untuk partisi Swap pilih Use as Swap area
Screenshot from 2016-04-21 17:22:49

Dan untuk partisi Root silahkan di mount point ke /
Screenshot from 2016-04-21 17:23:16

Ubah Device for boot loader installation ke partisi boot, dalam contoh Saya ini partisi boot adalah /dev/sda5.
Screenshot from 2016-04-21 17:23:39

Setelah itu klik Install Now.

Lakukan proses instalasi seperti biasa dan restart jika proses instalasi sudah selesai.
Screenshot from 2016-04-22 00:25:04

Setelah restart, kamu masih belum bisa masuk ke Ubuntu 14.04 karena belum ada pilihan boot loader Ubuntu. Oleh karena itu langsung saja masuk ke Windows terlebih dahulu, lalu download dan install EasyBCD.

Setelah itu buka EasyBCD dan buat entry baru untuk menambahkan opsi Ubuntu 14.04 LTS. Caranya klik saja Add New Entry – Linux/BSD – Pilih GRUB (Legacy) di bagian Type – Isikan Ubuntu 14.04 di bagian Name – dan pada bagian drive, pilih partisi Boot tempat boot loader Ubuntu telah terinstall. Jika sudah, klik Add Entry.
Screenshot (698)

Di menu view settings, pastikan hasilnya seperti ini
Screenshot (700)

Dan di menu Edit Boot Menu, pastikan hasilnya seperti ini
Screenshot (699)

Setelah itu restart PC, dan kamu akan diberikan pilihan booting ke Windows atau Ubuntu 14.04.

Pilih Ubuntu 14.04 untuk masuk ke Ubuntu. Dan inilah hasilnya.

Download :

EasyBCD | Google Drive |

Advertisements